KEPEMIMPINAN/LEADERSHIP
Definisi Kepemimpinan
Kepemimpinan
didefinisikan sebagai sebuah interaksi antara anggota-anggota dalam kelompok.
Para pemimpin merupakan perantara dalam perubahan, merupakan orang yang
bertingkah laku untuk mempengaruhi orang
lain secara lebih kuat dibandingkan dengan orang lain yang mempengaruhi
dirinya. Kepemimpinan muncul ketika anggota dari sebuah kelompok berubah karena
adanya motivasi ataupun kompetensi dengan anggota lain dalam kelompok tersebut.
Definisi kepemimpinan menyatakan bahwa kepemimpinan berpengaruh pada kegunaan
dalam mempengaruhi pada hubungan-hubungan interpersonal dapat menjadi bagian
dalam kepemimpinan.
Ciri-ciri yang nampak untuk mengidentifikasi
Kepemimpinan
Sebelumnya,kita
harus lebih dulu mengenal Teori Sifat Kepemimpinan terlebih dahulu, Teori sifat
kepemimpinan merupakan teori yang berupaya untuk mengidentifikasi secara
spesifik kerakteristik ( fisik,mental,personaliti ) yang berhubungan dengan
kesuksesan dalam kepemimpinan
Disini kita akan
meninjau beberapa temuan yang terkait dengan karakteristik yang paling sering
dipelajari.
1.Kemampuan
Untuk lebih
efektifnya, para pemimpin seharusnya membagi beberapa kemampuan serta skil yang
berguna untuk menyelesaikan tugas-tugasnya, walaupun secara pasti pentingnya
kemampuan tertentu tidak dapat diketahui secara pasti. Seperti contohnya awal
pada pembelajaran hubungan antara kepandaian dan kepemimpinan telah
menghasilkan beberapa hasil yang beragam. Satu temuan yang signifikan yaitu
bahwa seorang pemimpin yang memiliki tingkat IQ yang tinggi secara relatif
mampu mempengaruhi sebuah kelompok yang memiliki IQ rata-rata mungkin akan
mengalami kebingunan dikarenakan beberapa anggota dari kelompok tersebut tidak
memahami masalah.
2.Kepribadian
Beberapa hasil
penelitian menyatakan bahwa kepribadian dapat diartikan sebagai kewaspadaan,
tingkat energi, toleransi untuk stress, kematangan emosional, keaslian,
integritas pribadi, dan kepercayaan diri yang berhubungan dengan kepemimpinan
yang efektif.
3.Motivasi
Pemimpin
nampaknya menunjukkan kebutuhan yang relatif tinggi untuk kekuasaan, namun
mereka bertindak atas kebutuhan yang diterima secara luas. Pemimpin yang
efektif bekerja dengan sistem untuk mencai hasil yang diinginkan.
Prilaku Para Pemimpin yang Efektif
Pada akhir tahun
1940, para peneliti memulai untuk meneliti ide tentang bagaimana seseorang
menentukan efektifitas kepemimpinan seorang pemimpin, riset-riset berikut ini
meneliti prilaku serta efeknya pada penentuan keefektifan seperti tingkat
produksi dan kepuasan dari para pengikutnya.
Kepemimpinan Job-Centered dan Employee-Centered
Pada tahun 1947,
Rensis Linkert memulai penelitian tentang bagaimana cara yang terbaik untuk
mengatur usaha dari individu untuk mencapai produksi yang diinginkan sebagai
tujuan dalam mencapai kepuasan.Tujuan utama dari kebanyakan penelitian
kepemimpinan dari Inspirasi Linkert tim pada Universitas Michigan adalah untuk
mencari tahu prinsip serta metode kepemimpinan yang efektif. Kriteria yang
efektif digunakan dalam banyak penelitian diantaranya adalah :
1.Produktifitas
kerja per jam, atau langkah-langkah serupa lainnya dari keberhasilan organisasi
dalam mencapai tujuan produksi.
2.Kepuasan kerja
dari anggota organisasi.
3.Pergantian,
tingkat ketidakhadiran, dan keluhan
4.Biaya
5.Bagian-bagian
kerugian
6.Motivasi
pekerja dan manajerial
Pemimpin
Job-Centered merupakan orang yang dengan sedekat mungkin mengawasi dan
mengamati pekerjaan orang lain. Sedangkan Pemimpin Employee-Centered merupakan
orang yang hanya secara umum mengawasi pekerjaan orang lain. Dia berupaya untuk
mengarahkan orang lain untuk merasakan autonomi dan dukungan.
Pemimpin
Employee-Centered berfokus
pada orang yang melakukan pekerjaan dan percaya dalam mendelegasikan
pengambilan keputusan dan membantu pengikut dalam memenuhi kebutuhan mereka
dengan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung. Karyawan yang bersangkutan
pemimpin yang berpusat pada diri mereka sendiri dengan pengikut kemajuan
pribadi, pertumbuhan, dan pencapaian. Pemimpin seperti ini menekankan pengembangan
individu dan kelompok dengan harapan bahwa kinerja kerja yang efektif akan
secara alami mengikuti.
Memprakarsai
Pertimbangan Struktur dan Kepemimpinan
Struktur awal merupakan tindakan kepemimpinan yang
menyiratkan pekerjaan penataan tugas dan tanggung jawab untuk melibatkan para
pengikut.Hal Itu perilaku di mana
pemimpin mengorganisasikan dan mendefinisikan hubungan dalam kelompok,
cenderung membentuk pola-pola yang terdefinisi dengan baik dan saluran komunikasi,
dan mantra keluar cara mendapatkan pekerjaan.
Pertimbangan adalah tindakan pemimpin yang menunjukkan kepedulian mendukung para pengikut dalam perilaku group.Involves menunjukkan persahabatan, saling percaya, rasa hormat, kehangatan, dan hubungan antara pemimpin dan pengikutnya.Pemimpin dengan pertimbangan yang tinggi cenderung mendukung komunikasi terbuka dan partisipasi.
Pertimbangan adalah tindakan pemimpin yang menunjukkan kepedulian mendukung para pengikut dalam perilaku group.Involves menunjukkan persahabatan, saling percaya, rasa hormat, kehangatan, dan hubungan antara pemimpin dan pengikutnya.Pemimpin dengan pertimbangan yang tinggi cenderung mendukung komunikasi terbuka dan partisipasi.
Efek
dari perbedaan situasional
Teori situasional Kepemimpinan mengatakan bahwa teori
ini menjelaskan mengenai pendekatan kepemimpinan yang menganjurkan bahwa para
pemimpin memahami perilaku mereka sendiri, perilaku bawahan, dan situasi
sebelum memanfaatkan gaya kepemimpinan .Kepemimpinan tertentu memerlukan pemimpin untuk memiliki
keterampilan diagnostik dalam manusia perilaku.
Memutuskan bagaimana memimpin orang lain sulit dan membutuhkan analisis pemimpin, kelompok, dan situasi. Manajer yang menyadari kekuatan yang mereka hadapi dapat mengubah gaya mereka untuk mengatasi perubahan dalam lingkungan pekerjaan tertentu .Tiga faktor penting adalah:
1. Kekuatan dalam manajer
2. Kekuatan dalam bawahan
3. Kekuatan dalam situasi
Memutuskan bagaimana memimpin orang lain sulit dan membutuhkan analisis pemimpin, kelompok, dan situasi. Manajer yang menyadari kekuatan yang mereka hadapi dapat mengubah gaya mereka untuk mengatasi perubahan dalam lingkungan pekerjaan tertentu .Tiga faktor penting adalah:
1. Kekuatan dalam manajer
2. Kekuatan dalam bawahan
3. Kekuatan dalam situasi
Model Path-Goal
Adalah sebuah
teori yang menyarankan kepada pemimpin akan kebutuhan untuk mempengaruhi
persepsi pengikut atas tujuan sebuah pekerjaan, tujuan pengembangan diri, dan
jalan menuju pencapaian tujuan.
Perilaku kepemimpinan
Membagi menjadi
empat perilaku pemimpin yang spesifik, yaitu:
1.
Directive leader
Cenderung
membiarkan bawahan tahu apa yang diharapkan dari mereka
2.
Supportive leader
Pemimpin
ini memperlakukan sama kepada semua bawahan
3.
Participative leader
Sering
berkonsultasi dengan bawahan dan mempertimbangkan saran dan ide mereka sebelum
membuat keputusan
4.
Achievement-oriented
leader
Menyusun
tujuan yang menantang, mengharapkan bawahan agar kinerja mereka berada pada
level yang tinggi, dan secara berkelanjutan mencari perkembangan di dalam
kinerja.
Proposisi utama Path-Goal
1.
Perilaku pemimpin
menjadi efektif untuk memperluas
anggapan bawahan bahwa perilaku menjadi sumber kepuasan yang segera atau
menjadi instrumen kepuasan di masa depan.
2.
Perilaku pemimpin
menjadi motivasi yang menjadi perluasan bahwa perilaku dapat membuat kebutuhan
bawahan akan kepuasan menjadi kontinjen pada kinerja yang efektif.
Kririk atas model Path-Goal
1.
Kinerja bawahan mungkin
menjadi penyebab atas perubahan pada perilaku pemimpin
2.
Bahwa hipotesis
“semakin tinggi struktur penugasan, semakin rendah hubungan antara perilaku
directive leader dan kepuasan bawahan” hanya mendapatkan sedikit dukungan
Model Kepemimpinan Situasional Hersey-Blanchard
Model ini
mengembangkan empat gaya kepemimpinan manajer, yaitu:
1.
Telling: pemimpin
menggambarkan peran yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan dan
mengatakan kepada pengikut tentang apa, kapan, bagaimana, dan kapan harus
mengerjakan tugasnya
2.
Selling: pemimpin
menyediakan instruksi yang terstruktur kepada pengikut, yang juga dapat
mensupport
3.
Participating: pemimpin
dan pengikut berbagi peran dalam keputusan tentang bagaimana cara yang terbaik
untuk menyelesaikan pekerjaan yang berkualitas tinggi
4.
Delegating: pemimpin
menyediakan arah yang sedikit lebih spesifik dan mendekat atau dukungan pribadi
kepada pengikut.
Leader-member exchange theory (LMX)
Pendekatan ini menyarankan bahwa setiap hubungan
pengikut kepada superioritasnya adalah unik. Teori ini mengasumsikan bahwa
seorang pemimpin dapat berperilaku dengan cara yang berbeda dengan pengikut
yang berbeda juga.
Komentar
Posting Komentar